Home

image

puisi-puisi
kadang terlahir premature,
tanpa selang infus
tanpa inkubator
ia harus menentukan jalannya sendiri,
sedari telur langsung menjadi kupu-kupu
tak harus jadi ulat dan kepompong

puisi-puisi
kadang terlahir sebagai yatim atau piatu
karena puisi
kadang terlahir dari onani jiwa
atau tindak membelah diri seperti amoeba penyairnya

puisi-puisi
pun kadang lahir dari senggama yang terhenti,
senggama-senggama yang tak usai,
atau bahkan tanpa sentuhan,
tanpa hasrat,
tanpa birahi

puisi-puisi
kadang menjadi anak tiri
atau kadang menjadi ibunda sendiri

(Bekasi, 11 April 2013)
Norman Adi Satria

About these ads

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s